Minggu, 05 Juni 2016
iVee
In general, a guitar made of wood because it is easy to manufacture. However, different from what is produced by the Indonesian. Ivan Mulia, creative people who create work that is enough to make Indonesia proud. This guitar artist creates resonance guitars are made of metal and was named iVee.
In the hands of Ivan, guitar resonance given the nuances of the archipelago by providing carving on the guitar Indonesian cultures, which makes it more special guitar. Metal stringed instrument has its own complexities in manufacture, so the price one of iVee around 4000-7000 Euro. Although the price was fantastic the guitar can attract the interest of the guitar lovers, especially in Europe. But the guitar is not marketed freely, but must be booked in advance. From iVee prove that the work of Indonesian people are able to compete with products outside and Indonesian culture brought iVee show and introduce Indonesian culture go international.
iVee
Pada umumnya gitar terbuat dari kayu karena mudah dalam pembuatannya. Namun berbeda dengan apa yang digarap oleh orang Indonesia yang satu ini. Ivan Mulia, orang kreatif yang menciptakan karya yang cukup membuat bangga Indonesia. Seniman gitar ini menciptakan gitar resonansi yang berbahan logam dan diberi nama iVee.
Ditangan Ivan, gitar resonansi tersebut diberi nuansa Nusantara dengan memberikan ukiran pada gitar tersebut budaya-budaya Indonesia, yang membuat gitar tersebut semakin istimewa. Alat musik petik logam ini memiliki kerumitan tersendiri dalam pembuatan, sehingga harga dari satu buah iVee sekitar 4000-7000 Euro. Meskipun harganya yang fantastis gitar tersebut mampu menarik minat dari para pecinta gitar khususnya yang ada di Eropa. Namun gitar tersebut tidak di pasarkan secara bebas, namun harus memesan terlebih dahulu. Dari iVee membuktikan bahwa karya orang Indonesia mampu bersaing dengan produk-produk luar dan budaya indonesia yang dibawa iVee menunjukan serta memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah Internasional.
Kamis, 02 Juni 2016
Rendang
Rendang is a spicy flavor foods are made from meat that is rich in spices. The Minangkabau traditional food takes a long time in the making and is capable of lasting for weeks. Rendang is a mainstay menu that can be found in all of Padang restaurant in the World. Not only popular in Indonesia, but Rendang has reached countries in Southeast Asia such as Malaysia, Brunei, Thailand, and the Philippines.
We should be proud to have traditional food Rendang was very tasty and rich spices. Because in 2001 Rendang was named as one of the most delicious food in the world. That is on record Rendang first position in the World's 50 Most Delicious Foods hosted CNN International.
Rendang
Rendang merupakan makanan bercita rasa pedas yang berbahan dasar daging yang kaya akan rempah-rempah. Makanan tradisional Minangkabau ini memerlukan waktu lama dalam pembuatannya dan mampu awet hingga berminggu-minggu. Rendang merupakan menu andalan yang dapat dijumpai di semua rumah makan Padang yang ada di Dunia. Bukan hanya populer di Indonesia saja, namun Rendang sudah mencapai Negara-negara yang ada di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunei,Thailand, dan Filipina.
Kita patut bangga memiliki makanan tradisional Rendang yang sangat enak dan kaya akan rempah. Karena pada 2001 Rendang dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di Dunia. Yaitu dicatatnya Rendang diposisi pertama pada World's 50 Most Delicious Foods yang diselenggarakan CNN Internasional.
Jumat, 27 Mei 2016
Exhaust Purbalingga
Birth of exhaust Purbalingga originated from failures A businessman cormorant brass Hasan Yusuf. Huge losses when dealing cormorant, grandfather creative make this switch produces exhaust. In 1970 Hasan Yusuf began to produce and just leave it to the homemade exhaust parts stores. The result in the 1980s he was able to buy land and build a large workshop in East Jakarta, and opened many branches.Opening their growth business fields are filled by people who came from the village. After many employees are able to make the exhaust, many are finally establish their own business and producing exhaust themselves, and the rest is history.
Purbalingga is a small district in Central Java. District General Soedirman place of birth is able to bring Indonesia name with its global exhaust products are made in the nation. Purbalingga exhaust is already used in many countries, especially in Asia and Europe. Mercedes-Benz is the oldest car brand and is one of the great companies in the world is one of the companies who use the product are the pride of Indonesia. It shows that the products made in Indonesia can compete with the products of other countries.
Knalpot Purbalingga
Lahirnya kenalpot Purbalingga berawal dari kegagalan Seorang pengusaha dandang yang terbuat dari kuningan yaitu Hasan Yusuf. Kerugian yang sangat besar saat berbisnis dandang, membuat kakek yang kreatif ini beralih memproduksi knalpot. Pada tahun 1970-an Hasan Yusuf mulai memproduksi dan hanya menitipkan knalpot buatannya tersebut ke toko-toko onderdil. Hasilnya pada tahun 1980-an beliau mampu membeli tanah dan membangun bengkel yang besar di Jakarta Timur, dan membuka banyak cabang.
Kemajuan usahanya membuka lapangan usaha yang diisi oleh orang yang didatangkan dari kampungnya. Setelah banyak karyawan yang mampu membuat knalpot, akhirnya banyak yang mendirikan usaha sendiri dan memproduksi knalpot sendiri, dan berkembang sampai sekarang.
Purbalingga merupakan kabupaten kecil yang ada di Jawa Tengah. Kabupaten tempat Jendral Soedirman lahir ini mampu mengharumkan nama Indonesia dengan mendunianya produk knalpot buatan anak bangsa tersebut. Knlapot Purbalingga sudah dipakai di banyak Negara khususnya di Asia dan Eropa. Mercedes-Benz yang merupakan brand mobil tertua serta merupakan salah satu perusahaan yang besar di Dunia adalah salah satu perusahaan yang memakai produk kebanggaan Indonesia tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa produk buatan Indonesia mampu bersaing dengan produk Negara lain.
Kamis, 26 Mei 2016
Ricky Elson
Because of the ability in terms of electric motor technology, Dahlan Iskan (SOE) took Ricky Elson to participate in making a national electric car joint research and technology ministry Indonesia as well as several universities. The result on October 2013 graduates SMAN 5 Padang and his colleagues managed to create an electric car yng named SELO and Gendhis in Denpasar, Bali. But the success of this experience barriers in the internal. That electric cars do not pass the emissions test and we know the electric car has no emissions. Does not go as well as the release of this car regulations. Because there is no certainty Ricky finally returned to Japan.
Langganan:
Postingan (Atom)